Thursday, 14 September 2017

Anak Syurga


Duhai anak syurga...
Lambaianmu masih terasa...
Kesedihan yang tak dapat dihalang...
Pemergian mu amat berbahang...

Rintihanmu memanggil pertolongan....
Jeritan mu membawa kesakitan....
Airmata tak dapat ditampung....
Betapa hiba hati menanggung....


Duhai anak syurga...
Jasadmu akan dikenang....
Doa buatmu pasti berkumandang...
Usah dirasai sebagai duka...
Hanya Pencipta mengizinkan segala...

Bertabahlah pewaris-pewaris....
Berusaha imankan diri....
Berdirilah sekuat hati....
Ini ujian Ilahi....



Hanya doa pengiring diri...
Tiada terkata setiap bicara....
Merungkai cerita menjadi sejarah...
Hati yang parah terpaksa dijajah.


Al-Fatihah kepada anak syurga ini ( Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah )


عَظَّم الله أجرك ، وأحسن عزاءك ، وغفر لميتك ، وألهمك صبراً ، وأجزل لنا ولك بالصبر أجرا
"Semoga Allah memberikan pahala besar untukmu, menguatkan ketabahanmu, mengampuni orang yang meninggalkanmu, mengilhamkan kepadamu kesabaran dan mencurahkan pahala kepada kami dan engkau dengan sebab kesabaran."

Sunday, 10 September 2017

Suci Di Dalam Debu



Di kejauhan itu...
aku menyimpan cinta yang suci.....
ku semadikan di dalam hati.....
di kunci rapi mekar di sanubari.

Andai kau tahu betapa pecah setiap kerinduanku...
memukul ombak penuh harapan....
tersepuh mindaku yang mencintaimu di dalam diam....

Hendak ku luahkan apakan daya...
aku hanya insan yang biasa...
takkan kau berpihak untuk ku...
biarlah menjadi rahsia hatiku...

Kini masa berlalu pantas....
entah kenapa ketemu tanpa alasan....
mungkin tuhan ingin menemukan...
sebuah cinta karam tandus di pagar yang usang....

Berat ujian buatku....
kenapa cinta itu kembali setelah aku dimiliki...
aku tidak mampu untuk menolak...
kerana cintamu dahulu terlalu puitis suci didalam debu...

Mengimbau selirat usiaku....
namun cinta itu masih utuh buatku....

Tuhan.... aku pasrah walau ditarah....
dengan penuh rasa bersalah...


* atas permintaan sahabat lama dan rasa hatinya..

Tuesday, 9 May 2017

Arjuna Ku....


Arjuna

Begitu payah hatiku nak melangkah
Begitu pahit untuk ku telan
Begitu sakit untuk ku teruskan
Begitu perit longlai perasaan

Saban hari terlalu luka
Makin dalam darah berbisa
Makin gelap tak bercahaya

Duhai arjuna

Tiadamu resah hatiku
Tiadamu mengalir airmataku
Bukan ku pinta punah berduka
Bukan ku pinta punah berduka


Arjuna

Kembalikan kepadaku
Semangat hidupku
Di sisimu arjuna

Tiada lagi gelak tawa riangmu
Sunyi sepi hatiku kosong pilu
Tiada siapa yang memahamiku
Tiada teman sentiasa bersamaku




Arjuna….aku rindu
Arjuna, aku terkaku

Ya tuhan begitu sakit
Dugaanmu yang perit

Sedih pedih tiada yang tahu
Seperti terlindung di awan biru…
Kelam jiwaku mati sebelum waktu
Terpisah akhirnya kisah arjunaku

Thursday, 20 April 2017

Curiga (Voice Version) 2017



Beralun ombak gelombang bersatu...
Entah dimana perhatian berlalu...
Seperti senja nan merah....
Membawa maksud hati yang pasrah...

Hanya Allah mengetahui...
Segala punca dan kejadian berlalu pergi....
Setenang air mata mengalir...
Tak mampu menjadi hakim yang adil...

Apakah yang terjadi dalam penglihatan...
Tak berulang dalam perhatian...
Hanya tersimpan menjadi cerita...

Yang kekal memori tanpa terbaca....
Biarlah aku derita dalam berduka...
Tertipu, terpedaya helah berganda...
Kekuatan minda meleraikan fikiran...

Andai dunia tiada penipuan...
Aman bahagia dalam pedoman...
Tapi insan sukar bertindak jujur....
Kerana hidup sering terlanjur.

Wednesday, 19 April 2017

Nike Ardilla ( Ku Takkan Bersuara ) by PuteryRaina




Raden Nike Ratnadilla (27 December 1975 – 19 March 1995), also known as Nike Ardilla, was an Indonesian rock singer and a successful movie star and model. She originated from Bandung in the West Java province of Indonesia. Ardilla died in a car accident in Bandung at the age of 19, at the zenith of her musical career.